APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN DALAM RANGKA PERSIAPAN NEW NORMAL

Pandemi corona yang dirasakan oleh dunia selama beberapa bulan terakhir ini telah mengubah banyak hal dalam setiap sisi kehidupan. Belum adanya vaksin menjadi kendala untuk orang-orang  menjalani kehidupan normal agar terbebas dari penyebaran corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan pedoman transisi menuju the new normal atau tata kehidupan baru sebelum vaksin Covid-19 belum ditemukan. Menurut WHO, sebelum langkah pelonggaran pembatasan untuk menuju ‘the new normal‘ diterapkan, pemerintah mesti membuktikan bahwa transmisi virus corona sudah dikendalikan.

Sebelum membahas new normal kita bahas dulu tentang Covid 19, gejala dan bagaimana penularannya.

  1. Apa itu Covid-19 ?
    Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).
  2. Gejala Covid-19 ?
    Gejala umum berupa demam ?380C, batuk kering, nyeri telan,pilek, sesak napas dan letih lesu. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara atau wilayah terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita Covid-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.
  3. Seberapa Bahayakah Covid-19 ?
    Covid-19 dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Sekitar 80% kasus dengan gejala ringan (pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam) dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Namun, sekitar 1 dari setiap 5 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, paru-paru, atau kanker), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.
  4. Bagaimana Penularan Covid–19 ?
    Seseorang dapat terinfeksi dari penderita Covid-19. Penyakit ini dapat menyebar dari orang-orang melalui percikan (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk, bersin, atau berbicara.  Bisa juga seseorang terinfeksi Covid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak kurang lebih 1- 2 meter dari orang lain. Droplet tersebut dapat juga jatuh pada benda di sekitarnya, kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut dan orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi Covid-19. Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama Covid-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa Covid-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dengan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

The New Normal adalah pelonggaran kegiatan masyarakat tapi bukan berarti masyarakat bisa beraktifitas bebas seperti sebelum ada Covid-19. Dalam menjalankan The New Normal, sangat penting bagi masyarakat mendapatkan edukasi dan berkomitmen. Apalagi ini terkait mengubah perilaku sekarang dan di masa mendatang.
Lantas, bagaimana pedoman yang dianjurkan untuk bisa menerapkan The New Normal ?

1. Mengenakan Masker
Mengenakan masker bisa jadi kedepannya menjadi kewajiban yang harus dilakukan dan ini diatur oleh negara/pemerintah. Namun sebaiknya ditanamkan dalam diri seseorang bahwa dengan memakai masker saya akan terhindar dari virus corona.

2. Batasan Interaksi Sosial di Tempat umum
Batasan interaksi sosial di ruang publik juga harus ada pengaturannya. Seperti di sekolah, tempat kerja, mall, supermarket, dan transportasi.

3. Hidup Bersih
Menjaga kebersihan sepertinya akan menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan. Ini termasuk mencuci tangan dan menggunakan masker. Kedepannya bukan tak mungkin masyarakat dituntut untuk hidup lebih teratur dan menjaga kebersihan. Bukan semata untuk kesehatan, tetapi juga untuk bertahan hidup. Maka dari itu kami menghimbau masyarakat agar melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bisa dimulai dari diri kita sendiri. Simak Yuk langkah – langkah berikut ini :

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
  2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Jaga jarak setidaknya 1 – 2 meter dengan orang lain (physical distancing). Jika anda terlalu dekat, anda dapat menghirup droplet dari orang yang mungkin menderita Covid-19.
  4. Ketika batuk dan bersin, terpkan etika batuk yaitu tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
  5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  6. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat sedang keluar rumah.
  7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
  8. Tetap dirumah,  hindari kontak dengan orang lain dan bepergian ke tempat umum.
  9. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara atau wilayah terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
  10. Menunda perjalanan ke wilayah/ negara dimana virus ini ditemukan.
  11. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi diri Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

Meskipun the new normal sudah mulai berjalan, ingat yaa pandemi Covid-19 belum berakhir. Pesan kami tetap ikuti himbauan dari pemerintah dan tetap menjalankan protokol kesehatan dimanapun kita untuk menekan penyebaran Covid-19. (admin/red)

PROTOKOL KESEHATAN SAAT BERKUNJUNG KE PUSKESMAS BANJAREJO

Selama masa pandemi covid 19, Puskesmas Banjarejo tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai protokol kesehatan di faskes pertama.  Pasien atau pengunjung Puskesmas Banjarejo diwajibkan untuk memakai masker.

Pertama, pasien atau pengunjung yang datang diarahkan oleh petugas untuk cuci tangan pakai sabun. Sebelum masuk ke ruang tunggu, pasien atau pengunjung dilakukan screening dengan pengukuran suhu tubuh, menanyakan riwayat perjalanan dan keperluan ke Puskesmas. Bagi pengantar pasien diharapkan untuk menunggu di luar di tempat yang sudah disediakan, kecuali untuk pasien dengan kondisi tertentu yang harus didampingi. Kemudian pasien mendaftar ke loket pendaftaran lalu menunggu untuk dipanggil oleh unit pelayanan.

Ada beberapa pedoman pelayanan selama pandemik covid 19, yaitu :

  • Pelayanan kepada calon pengantin, meliputi :
    Pelayanan kepada calon pengantin wanita meliputi : Pengukuran tinggi badan, berat badan serta dihitung IMT untuk mengetahui status gizi dan pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas), Pemeriksaan Laboratorium (pemeriksaan Hb, Golongan darah, HIV, HbsAg, dan test kehamilan). Pemeriksaan ini dikenakan tarif sesuai Perda.
    Pelayanan kepada calon pengantin laki-laki meliputi : Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan Hb, Golongan darah, HIV dan  HbsAg. Pemeriksaan ini dikenakan tarif sesuai Perda.
  • Pelayanan KB
    Tidak melayani pemasangan dan pengambilan implant / IUD (untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan akan diberikan konseling oleh Bidan)
  • Pelayanan KIA dan Lainnya
    – Pelayanan KIA dan Lainnya akan  diberikan sesuai FASILITAS KESEHATAN (FASKES)  PUSKESMAS BANJAREJO
    – Pelayanan imunisasi tetap dilakukan sesuai jadwal dengan FASILITAS KESEHATAN (FASKES) PUSKESMAS BANJAREJO
  • Pelayanan Surat Sehat
    Pelayanan surat sehat HANYA  DIBERIKAN KEPADA PASIEN YANG BERDOMISILI DI WILAYAH PUSKESMAS BANJAREJO ( Kelurahan Banjarejo, Kelurahan Manisrejo, Kelurahan Mojorejo dan Kelurahan Kejuron) dan dikenakan tarif sesuai Perda.

Demikian prosedur untuk pasien yang mau berobat ke Puskesmas Banjarejo. Jangan lupa tetap lakukan pencegahan covid 19 dengan sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dengan orang lain (physical distancing), tetap dirumah (stay at home) jika tidak ada keperluan yang mendesak dan jika keluar rumah harus menggunakan masker. (admin/red)

Menyambut Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks

Sebagaimana tertera dalam Kalender Kesehatan 2018, Bulan Januari ditetapkan sebagai Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks. Melalui data yang diperoleh dari Yayasan Kanker Indonesia, Kanker Serviks merupakan jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita setelah Kanker Payudara. Sedangkan menurut WHO, penderita Kanker Serviks lebih banyak ditemukan di Negara Berkembang dibandingkan negara maju dengan presentase sebanyak 80%. Continue reading “Menyambut Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks”

“Sayang Ibu dan Keluarga”, Rumah Bersalin Puskesmas Banjarejo

Puskesmas Banjarejo senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang baik, ramah dan terjangkau, sesuai dengan misi yang diusung. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Puskesmas Banjarejo memiliki Rumah Bersalin untuk melayani persalinan bagi ibu hamil baik yang berada di wilayah Kota Madiun maupun luar Kota Madiun. Continue reading ““Sayang Ibu dan Keluarga”, Rumah Bersalin Puskesmas Banjarejo”