GERHANA MAS BEREKOR (GERAKAN HADANG CORONA BERSAMA MASYARAKAT DAN LINTAS SEKTOR)

Pandemi Corona Virus Disease 19 ( COVID-19) yang terjadi di seluruh dunia dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa  di Kota Madiun, maka Puskesmas Banjarejo bersama dengan masyarakat dan lintas sektor melahirkan inovasi Gerhana Mas Berekor (Gerakan Hadang Corona Bersama Masyarakat Bersama Lintas Sektor).

Kota Madiun memiliki karakteristik masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi sehingga mempengaruhi rantai penyebaran Covid-19.  Kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap warga yang datang di kota Madiun perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan jumlah ODR, OTG, ODP, PDP dan positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Berdasarkan Surat Edaran walikota madiun No 443.1/1145/401.103/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 terhadap warga pendatang maka inovasi Gerhana Mas Berekor dihadirkan untuk mengatur alur pengendalian dan penanganan kasus Covid-19.

Alur kegiatan pelaksanaan inovasi Gerhana Mas Berekor :
1. Warga pendatang dari luar kota/luar negeri wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari
2. Keluarga melaporkan ke RT/kader kesehatan untuk dicatat identitas dan nomor teleponnya untuk dilaporkan ke Puskesmas.  Kemudian petugas  memberikan nomor telepon dokter yang bisa dihubungi jika ada keluhan kesehatan
3. Kader kesehatan memantau kegiatan isolasi mandiri yg dilakukan warga pendatang serta melaporkan setiap hari ke puskesmas selama 14 hari secara online
4. Puskesmas koordinasi dg lurah, babinsa dan babinkamtibmas
5. Lurah bersama Babinsa, Babinkamtibmas dan RT menindaklanjuti informasi ke Puskesmas
6. Jika warga yang dipantau mengalami keluhan bisa melakukan Telemedicine melalui video call atau whatsapp kepada Dokter Puskesmas.

Dengan adanya inovasi Gerhana Mas Berekor diharapkan :
1. Menekan penyebaran kasus Covid-19 di masyarakat
2. Bagi pendatang dari zona merah (ODR) bisa mengkomunikasikan langsung ke petugas atau kader pemantau jika ada minimal satu atau lebih dari gejala Covid-19 yang dialami
3. Masyarakat merasa aman karena sudah dilakukan pemantauan terhadap pendatang dari luar daerah atau zona merah
4. Meningkatkan kerjasama Puskesmas dengan lintas sektor

Dalam menjalankan inovasi Gerhana Mas Berekor terdapat resiko dan tantangan.
Resikonya ditentang masyarakat ketika menghimbau untuk melakukan isolasi mandiri 14 hari. Karena dengan isolasi mandiri masyarakat tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Petugas dan kader pemantau yang melakukan kunjungan ke rumah ODR beresiko terpapar Covid-19.
Tantangan menghadapi new normal diikuti kelonggaran aktifitas masyarakat, masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.