GERHANA MAS BEREKOR (GERAKAN HADANG CORONA BERSAMA MASYARAKAT DAN LINTAS SEKTOR)

Pandemi Corona Virus Disease 19 ( COVID-19) yang terjadi di seluruh dunia dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa  di Kota Madiun, maka Puskesmas Banjarejo bersama dengan masyarakat dan lintas sektor melahirkan inovasi Gerhana Mas Berekor (Gerakan Hadang Corona Bersama Masyarakat Bersama Lintas Sektor).

Kota Madiun memiliki karakteristik masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi sehingga mempengaruhi rantai penyebaran Covid-19.  Kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap warga yang datang di kota Madiun perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan jumlah ODR, OTG, ODP, PDP dan positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Berdasarkan Surat Edaran walikota madiun No 443.1/1145/401.103/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 terhadap warga pendatang maka inovasi Gerhana Mas Berekor dihadirkan untuk mengatur alur pengendalian dan penanganan kasus Covid-19.

Alur kegiatan pelaksanaan inovasi Gerhana Mas Berekor :
1. Warga pendatang dari luar kota/luar negeri wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari
2. Keluarga melaporkan ke RT/kader kesehatan untuk dicatat identitas dan nomor teleponnya untuk dilaporkan ke Puskesmas.  Kemudian petugas  memberikan nomor telepon dokter yang bisa dihubungi jika ada keluhan kesehatan
3. Kader kesehatan memantau kegiatan isolasi mandiri yg dilakukan warga pendatang serta melaporkan setiap hari ke puskesmas selama 14 hari secara online
4. Puskesmas koordinasi dg lurah, babinsa dan babinkamtibmas
5. Lurah bersama Babinsa, Babinkamtibmas dan RT menindaklanjuti informasi ke Puskesmas
6. Jika warga yang dipantau mengalami keluhan bisa melakukan Telemedicine melalui video call atau whatsapp kepada Dokter Puskesmas.

Dengan adanya inovasi Gerhana Mas Berekor diharapkan :
1. Menekan penyebaran kasus Covid-19 di masyarakat
2. Bagi pendatang dari zona merah (ODR) bisa mengkomunikasikan langsung ke petugas atau kader pemantau jika ada minimal satu atau lebih dari gejala Covid-19 yang dialami
3. Masyarakat merasa aman karena sudah dilakukan pemantauan terhadap pendatang dari luar daerah atau zona merah
4. Meningkatkan kerjasama Puskesmas dengan lintas sektor

Dalam menjalankan inovasi Gerhana Mas Berekor terdapat resiko dan tantangan.
Resikonya ditentang masyarakat ketika menghimbau untuk melakukan isolasi mandiri 14 hari. Karena dengan isolasi mandiri masyarakat tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Petugas dan kader pemantau yang melakukan kunjungan ke rumah ODR beresiko terpapar Covid-19.
Tantangan menghadapi new normal diikuti kelonggaran aktifitas masyarakat, masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

PROFIL PUSKESMAS BANJAREJO

Puskesmas Banjarejo didirikan pada tahun 1967, yang pada mulanya bernama Puskesmas Nambangan Kidul dan terletak di Jalan Trunojoyo no 120. Pada tahun 1993 lalu Puskesmas Nambangan Kidul di pindahkan ke Kelurahan Banjarejo dan berganti nama menjadi Puskesmas Banjarejo. Puskesmas Banjarejo terletak di Jl. Bayangkara Nomor 1, Kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman, Nomor Telepon  (0351) 465322 email puskbjr@gmail.com

Secara administratif wilayah Puskesmas Banjarejo dibagi menjadi 4 (empat) wilayah kelurahan, yaitu kelurahan Banjarejo, Kejuron, Mojorejo dan Manisrejo. Luas wilayah seluruhnya 6,7 Km2 dengan batas – batas :

  • Sebelah Utara : Kelurahan Kanigoro, Kelurahan Klegen, Kelurahan Kartoharjo
  • Sebelah Timur : Kelurahan Munggut, Kelurahan Mojopurno
  • Sebelah Selatan : Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Demangan
  • Sebelah Barat: Kelurahan Taman, Kelurahan Pandean

Berdasarkan data dari estimasi BPS jumlah penduduk di wilayah Puskesmas Banjarejo sebanyak 42.049 jiwa yang terdiri dari 20.225 laki-laki dan 21.824 perempuan.

Ada 19 Jenis Layanan di Puskesmas Banjarejo yaitu :

  1. Pelayanan Pendaftaran & Rekam Medis;
  2. Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Umum;
  3. Pelayanan Kesehatan Lansia;
  4. Pelayanan Kesehatan Gigi & Mulut;
  5. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak;
  6. Pelayanan Keluarga Berencana;
  7. Pelayanan Persalinan;
  8. Pelayanan IMS;
  9. Pelayanan MTBS;
  10. Pelayanan TB;
  11. Pelayanan PDP HIV;
  12. Pelayanan Konsultasi Gizi;
  13. PelayananKonsultasi Sanitasi;
  14. Pelayanan Konsultasi PKPR;
  15. Pelayanan Konsultasi UBM
  16. Pelayanan Laboratorium
  17. Pelayanan Farmasi
  18. Pelayanan Gawat Darurat
  19. Pelayanan Ambulans

Puskesmas Banjarejo juga memiliki fasilitas pendukung sebagai kekuatan internal yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yaitu :

  1. Puskesmas Induk dengan PONED/Rumah Bersalin    :   1  buah
  2. Puskesmas pembantu                                        :   3  buah
  3. Puskesmas Keliling                                               :    1  buah
  4. Ambulan                                                                 :   1  buah
  5. Posyandu Balita                                                     : 56  buah
  6. Kader Posyandu balita                                        : 345 orang
  7. Posyandu Lansia                                                    : 24  buah
  8. Kader posyandu lansia                                        : 149 orang
  9. Poskeskel                                                               :  4   buah
  10. Pos UKK                                                                  :  4  buah
  11. Poskestren                                                              :   3  buah
  12. Kader Jumantik                                                      : 205 orang
  13. Posbindu PTM                                                        :    3  buah

    Dalam melaksanakan berbagai kegiatan tersebut di atas, Puskesmas Banjarejo didukung oleh berbagai sumber daya strategis. Kompetensi pelaksana tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Banjarejo adalah sebagai berikut:

APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN DALAM RANGKA PERSIAPAN NEW NORMAL

Pandemi corona yang dirasakan oleh dunia selama beberapa bulan terakhir ini telah mengubah banyak hal dalam setiap sisi kehidupan. Belum adanya vaksin menjadi kendala untuk orang-orang  menjalani kehidupan normal agar terbebas dari penyebaran corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan pedoman transisi menuju the new normal atau tata kehidupan baru sebelum vaksin Covid-19 belum ditemukan. Menurut WHO, sebelum langkah pelonggaran pembatasan untuk menuju ‘the new normal‘ diterapkan, pemerintah mesti membuktikan bahwa transmisi virus corona sudah dikendalikan.

Sebelum membahas new normal kita bahas dulu tentang Covid 19, gejala dan bagaimana penularannya.

  1. Apa itu Covid-19 ?
    Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).
  2. Gejala Covid-19 ?
    Gejala umum berupa demam ?380C, batuk kering, nyeri telan,pilek, sesak napas dan letih lesu. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara atau wilayah terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita Covid-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.
  3. Seberapa Bahayakah Covid-19 ?
    Covid-19 dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Sekitar 80% kasus dengan gejala ringan (pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam) dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Namun, sekitar 1 dari setiap 5 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, paru-paru, atau kanker), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.
  4. Bagaimana Penularan Covid–19 ?
    Seseorang dapat terinfeksi dari penderita Covid-19. Penyakit ini dapat menyebar dari orang-orang melalui percikan (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk, bersin, atau berbicara.  Bisa juga seseorang terinfeksi Covid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak kurang lebih 1- 2 meter dari orang lain. Droplet tersebut dapat juga jatuh pada benda di sekitarnya, kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut dan orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi Covid-19. Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama Covid-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa Covid-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dengan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

The New Normal adalah pelonggaran kegiatan masyarakat tapi bukan berarti masyarakat bisa beraktifitas bebas seperti sebelum ada Covid-19. Dalam menjalankan The New Normal, sangat penting bagi masyarakat mendapatkan edukasi dan berkomitmen. Apalagi ini terkait mengubah perilaku sekarang dan di masa mendatang.
Lantas, bagaimana pedoman yang dianjurkan untuk bisa menerapkan The New Normal ?

1. Mengenakan Masker
Mengenakan masker bisa jadi kedepannya menjadi kewajiban yang harus dilakukan dan ini diatur oleh negara/pemerintah. Namun sebaiknya ditanamkan dalam diri seseorang bahwa dengan memakai masker saya akan terhindar dari virus corona.

2. Batasan Interaksi Sosial di Tempat umum
Batasan interaksi sosial di ruang publik juga harus ada pengaturannya. Seperti di sekolah, tempat kerja, mall, supermarket, dan transportasi.

3. Hidup Bersih
Menjaga kebersihan sepertinya akan menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan. Ini termasuk mencuci tangan dan menggunakan masker. Kedepannya bukan tak mungkin masyarakat dituntut untuk hidup lebih teratur dan menjaga kebersihan. Bukan semata untuk kesehatan, tetapi juga untuk bertahan hidup. Maka dari itu kami menghimbau masyarakat agar melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bisa dimulai dari diri kita sendiri. Simak Yuk langkah – langkah berikut ini :

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
  2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Jaga jarak setidaknya 1 – 2 meter dengan orang lain (physical distancing). Jika anda terlalu dekat, anda dapat menghirup droplet dari orang yang mungkin menderita Covid-19.
  4. Ketika batuk dan bersin, terpkan etika batuk yaitu tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
  5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  6. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat sedang keluar rumah.
  7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
  8. Tetap dirumah,  hindari kontak dengan orang lain dan bepergian ke tempat umum.
  9. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara atau wilayah terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
  10. Menunda perjalanan ke wilayah/ negara dimana virus ini ditemukan.
  11. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi diri Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

Meskipun the new normal sudah mulai berjalan, ingat yaa pandemi Covid-19 belum berakhir. Pesan kami tetap ikuti himbauan dari pemerintah dan tetap menjalankan protokol kesehatan dimanapun kita untuk menekan penyebaran Covid-19. (admin/red)

TINDAK LANJUT KELUHAN MASYARAKAT BULAN MEI 2020

Kami informasikan umpan balik atau tindak lanjut keluhan dari masyarakat bulan Mei 2020 sebagai berikut

Terimakasih sudah menggunakan jasa layanan kami. Kami secara terbuka menerima kritik, saran dan pengaduan mengenai pelayanan Kami, yang dapat disampaikan melalui :

sms ke 081 133 965 00
telp ke 0351 – 456322
atau email ke puskbjr@gmail.com

Terimakasih atas partisipasi Anda dalam memperbaiki pelayanan Kami.

PROTOKOL KESEHATAN SAAT BERKUNJUNG KE PUSKESMAS BANJAREJO

Selama masa pandemi covid 19, Puskesmas Banjarejo tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai protokol kesehatan di faskes pertama.  Pasien atau pengunjung Puskesmas Banjarejo diwajibkan untuk memakai masker.

Pertama, pasien atau pengunjung yang datang diarahkan oleh petugas untuk cuci tangan pakai sabun. Sebelum masuk ke ruang tunggu, pasien atau pengunjung dilakukan screening dengan pengukuran suhu tubuh, menanyakan riwayat perjalanan dan keperluan ke Puskesmas. Bagi pengantar pasien diharapkan untuk menunggu di luar di tempat yang sudah disediakan, kecuali untuk pasien dengan kondisi tertentu yang harus didampingi. Kemudian pasien mendaftar ke loket pendaftaran lalu menunggu untuk dipanggil oleh unit pelayanan.

Ada beberapa pedoman pelayanan selama pandemik covid 19, yaitu :

  • Pelayanan kepada calon pengantin, meliputi :
    Pelayanan kepada calon pengantin wanita meliputi : Pengukuran tinggi badan, berat badan serta dihitung IMT untuk mengetahui status gizi dan pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas), Pemeriksaan Laboratorium (pemeriksaan Hb, Golongan darah, HIV, HbsAg, dan test kehamilan). Pemeriksaan ini dikenakan tarif sesuai Perda.
    Pelayanan kepada calon pengantin laki-laki meliputi : Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan Hb, Golongan darah, HIV dan  HbsAg. Pemeriksaan ini dikenakan tarif sesuai Perda.
  • Pelayanan KB
    Tidak melayani pemasangan dan pengambilan implant / IUD (untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan akan diberikan konseling oleh Bidan)
  • Pelayanan KIA dan Lainnya
    – Pelayanan KIA dan Lainnya akan  diberikan sesuai FASILITAS KESEHATAN (FASKES)  PUSKESMAS BANJAREJO
    – Pelayanan imunisasi tetap dilakukan sesuai jadwal dengan FASILITAS KESEHATAN (FASKES) PUSKESMAS BANJAREJO
  • Pelayanan Surat Sehat
    Pelayanan surat sehat HANYA  DIBERIKAN KEPADA PASIEN YANG BERDOMISILI DI WILAYAH PUSKESMAS BANJAREJO ( Kelurahan Banjarejo, Kelurahan Manisrejo, Kelurahan Mojorejo dan Kelurahan Kejuron) dan dikenakan tarif sesuai Perda.

Demikian prosedur untuk pasien yang mau berobat ke Puskesmas Banjarejo. Jangan lupa tetap lakukan pencegahan covid 19 dengan sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dengan orang lain (physical distancing), tetap dirumah (stay at home) jika tidak ada keperluan yang mendesak dan jika keluar rumah harus menggunakan masker. (admin/red)

Penilaian Kinerja UPTD Puskesmas Banjarejo Tahun 2019

Hasil penilaian kinerja yang dicapai oleh UPTD Puskesmas Banjarejo pada tahun 2019 sebesar 96,11% yang masuk dalam kategori BAIK. Berikut ini hasil Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) :

  1. Capaian kinerja UKM Esensial sebesar 98% (kategori BAIK)
  2. Capaian kinerja UKM Pengembangan sebesar 97% (kategori BAIK)
  3. Capaian Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) sebesar 94% (kategori BAIK)
  4. Capaian Managemen Puskesmas sebesar 99,6% (kategori BAIK)
  5. Capaian Mutu sebesar 91,4% (kategori BAIK)

Capaian PKP tahun 2019 akan menjadi bahan acuan dalam perencanaan Puskesmas pada tahun selanjutnya.

TINDAK LANJUT KELUHAN MASYARAKAT BULAN MARET 2020

Kami informasikan umpan balik atau tindak lanjut keluhan dari masyarakat bulan Maret 2020 sebagai berikut :


Terimakasih sudah menggunakan jasa layanan kami. Kami secara terbuka menerima kritik, saran dan pengaduan mengenai pelayanan Kami, yang dapat disampaikan melalui :

sms ke 081 133 965 00
telp ke 0351 – 456322
atau email ke puskbjr@gmail.com

Terimakasih atas partisipasi Anda dalam memperbaiki pelayanan Kami.

TINDAK LANJUT KELUHAN MASYARAKAT BULAN JANUARI 2020

Kami informasikan umpan balik atau tindak lanjut keluhan dari masyarakat bulan Januari 2020 sebagai berikut :


Terimakasih sudah menggunakan jasa layanan kami. Kami secara terbuka menerima kritik, saran dan pengaduan mengenai pelayanan Kami, yang dapat disampaikan melalui :

sms ke 081 133 965 00
telp ke 0351 – 456322
atau email ke puskbjr@gmail.com

Terimakasih atas partisipasi Anda dalam memperbaiki pelayanan Kami.

Kegiatan Screening dalam Upaya Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak di TK dan PAUD Wilayah Puskesmas Banjarejo

Bulan Januari 2020, Puskesmas Banjarejo telah melaksanakan kegiatan screening dan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) di TK dan PAUD wilayah Puskesmas Banjarejo.

Wilayah kerja Puskesmas Banjarejo mencakup 4 Kelurahan yaitu Kelurahan Banjarejo, Kejuron, Mojorejo dan Manisrejo. TK dan PAUD yang berada di wilayah kami yaitu PAUD dan TK Al Husna, PAUD dan TK ABA 3, TK Antonius, TK Pelita Harapan, PAUD Dinar Ceria, PAUD Joy, PAUD Seruni, TK Siwi Peni Rahayu, TK LKMD, TK RT 17, TK Tunas Bhakti, TK Tunas Bangsa, PAUD Siti Hajar 3, TK Dharma Wanita II, TK Dharma Wanita I, RA Nashrus Sunnah, TK ABA 11, TK Ihsaniyah, TK Al Hidayah I, TK Al Hidayah II, PAUD Anyelir, PAUD Al Kautsar, PAUD Mutiara, PAUD Ceria 1, TK Ar Ridlo, TK Yaa Bunayya, TK Ceria Anak Bangsa, TK Candra Siwi Tama, TAUD Sahabat Qur’an dan PAUD Sahabat.

Kegiatan screening adalah rangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui penyakit dan gangguan tumbuh kembang pada anak. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan tumbuh kembang (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan DDTK), pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dan pemeriksaan fisik yang terdiri dari pemeriksaan kuku, mata, telinga, hidung, tenggorokan dan kulit.

Dalam pelaksanaan screening dan DDTK di TK dan PAUD, petugas dari Puskesmas Banjarejo terdiri dari dokter, perawat gigi, bidan dan promkes.

Puskesmas Banjarejo Meraih Penghargaan Pembina Sekolah Terbaik pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2019

Pemerintah Kota Madiun kembali meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional, yaitu dalam ajang Lomba Sekolah Sehat (LSS). TK Negeri Pembina Kota Madiun sebagai sekolah yang menjadi delegasi dalam LSS Tingkat Nasional tahun ini memperoleh Juara I kategori Best Achievement (Pencapaian Terbaik) dan Puskesmas Banjarejo sebagai Pembina Sekolah dengan Pencapaian Terbaik.
Hadiah kepada pemenang diserahkan langsung oleh dr. Kirana Pritasari Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Didik Suhardi Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada malam Penganugerahan Pemenang Lomba Sekolah Sehat Berkarakter Tingkat Nasional 2019 di Jakarta, Kamis (14/11/2019) malam.

Pencapaian ini tidak terlepas dari peran lintas program dan lintas sektor yang telah melakukan pembinaan di TK Negeri Pembina. Lintas sektor terkait diantaranya Dinas Kesehatan dan KB, Dinas Pendidikan, Tim Pembina UKS Kecamatan (Camat, TP PKK Kecamatan, Cabang Dinas pendidikan, KUA Kecamatan, Polsek, Dinas Pertanian), Tim Pelaksana UKS Sekolah (Lurah, TP PKK Kelurahan, Kepala sekolah, guru UKS, karyawan sekolah, murid, Komite/yayasan, wali murid) serta LSM/kelompok masyarakat/kelompok usaha.