Pelaksanaa ORI Difteri, Perlukah?

Pelaksanaan ORI Difteri di SDN 03 Manisrejo pada 5 Februari 2018

Difteri merupakan penyakit bakteri akut yang menyerang tonsil, faring, laring, hidung, dengan gejala spesifik timbulnya membran. ORI merupakan kepanjangan dari Outbreak Respon Immunization. Dasar kegiatan ini mengacu pada Surat Gubernur Jawa Timur Tentang Penetapan Situasi KLB Difteri Jatim Nomor; 460/69/012.4/2018 pada tanggal 8 Januari 2018.

Di Kota Madiun terdapat 3 kasus Difteri dengan hasil laboratorium negatif. ORI dilaksanakan sebagai respon terhadap adanya kejadian luar biasa atau KLB Difteri, kegiatannya berupa tindakan pemberian imunisasi massal pada suatu wilayah.

Sosialisasi pelaksanaan ORI Difteri di Kota Madiun sudah dilaksanakan mulai Bulan Januari 2018. Rencana kegiatan ORI di Jawa Timur Tahun 2018 akan dilakukan dalam 3 kali pemberian vaksin dengan interval pemberian 0 (Februari), 5 bulan (Juli) dan 4 bulan (November).

ORI bertujuan untuk mencegah agar penyakit difteri tidak semakin meluas. Pemberian imunisasi Difteri disesuaikan dengan kelompok umur sebagai berikut;
1. Usia 1 s/d <5 tahun Vaksin DPT-HB-HIB
2. Usia 5 s/d <7 tahun Vaksin DT
3. Usia 7 s/d 19 tahun Vaksin Td

Untuk area Kota Madiun sendiri memiliki sasaran sebanyak 45.018 anak mulai usia 1 s/d <19 tahun. Pada periode pertama, pelaksanaan ORI difteri dimulai pada hari ini, yaitu 5 Februari 2018 di sekolah-sekolah baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA sesuai jadwal pelaksanaan.

Harapannya melalui pelaksanaan ORI Difteri dapat memutus rantai persebaran penyakit Difteri di Kota Madiun, sehingga penyakit difteri tidak semakin meluas. Mari selamatkan generasi kita dari Difteri! (Ryani/red)