Tingkatkan Peran Kader dalam Pencegahan DBD Melalui Evaluasi Kader Jumantik

Keiatan Evaluasi Kader Jumantik merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan di Puskesmas Banjarejo. Kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan pemantauan jentik yang biasanya dilaksanakan di awal tahun. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kader Jumantik di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo yang mencakup 4 wilayah kelurahan.

Pelaksanaan Evaluasi Kader Jumantik dilaksanakan selama 4 hari yaitu mulai tanggal 19 Februari 2018 untuk Kelurahan Kejuron, 20 Februari 2018 untuk Kelurahan Banjarejo, 22 Februari untuk Kelurahan Mojorejo dan terakhir dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2018 untuk Kelurahan Manisrejo.

Pemantauan jentik secara berkala oleh kader diharapkan dapat menyadarkan individu dan masyarakat mengenai pentingnya mencegah dan melindungi diri dari penularan DBD. Selain itu kegiatan ini juga membantu dalam optimalisasi kegiatan PSN 3M Plus.

Penyakit DBD atau Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit DBD ditularkan oleh Nyamuk Aedes aegypti. Jarak terbang nyamuk Aedes yang dapat menempuh jarak hingga 100 meter memungkinkan penularan penyakit ini ke lingkungan dengan cepat sehingga menimbulkan KLB pada suatu wilayah.

Berbeda dengan vektor Penyakit Malaria, tempat perindukan Aedes aegypti sering ditemukan pada wadah atau kontainer yang berisi air jernih dan tenang baik di dalam maupun di luar rumah.

Disampaikan oleh Pengelola Program DBD Puskesmas Banjarejo, Aida Nur Subhiatun, bahwa selain di bak mandi, seringkali keberadaan jentik nyamuk di dalam rumah dijumpai pada wadah dispenser, tempat minum burung dan genangan air hujan yang tertampung di ban tidak terpakai. Untuk itu Beliau menghimbau kepada Kader Jumantik untuk lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan jentik serta senantiasa memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai kegiatan PSN 3M Plus.

Pada akhir pertemuan, masing-masing Kader Jumantik dibekali dengan Abate dan Blangko Jumantik untuk membantu pelaksanaan tugas sebagai Kader Jumantik di lapangan.

Melalui Data Kasus DBD di Kecamatan Taman Tahun 2017 diperoleh data bahwa Kelurahan Manisrejo dan Mojorejo masih menjadi kelurahan dengan Kasus DBD tertinggi di wilayah Kecamatan Taman. Pada Kelurahan Manisrejo, selama 2017 terdapat 4 kasus DBD dan 7 kasus DD, sedangkan di Kelurahan Mojorejo terdapat 4 Kasus DBD dan 9 Kasus DBD.

Tantangan yang dihadapi yaitu adanya peningkatan kasus di musim hujan yang terkesan tidak terkendali. Untuk itulah pentingnya dilakukan penguatan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap Penyakit DBD. (Ryani/red)